Postingan

MAGNET ISTANA, KRITISISME & PANGGUNG NASIONAL Oleh: Dr. Yosminaldi, SH.MM (Pemerhati Sosial, Politik & Hukum)

  "Semua Pemerintaham mengalami masalah yang berulang: kekuasaan menarik kepribadian patologis. Bukan berarti kekuassan itu korup, tetapi  kekuasaan itu magnetis bagi orang-orang yang mudah korup." - Frank Herbert (Chapterhouse Dune).      Dua hari berturut-turut (Kamis dan Jum'at / 01 dan 02 Okt 2026), Presiden Prabowo melakukan "reshuffle" kabinet dengan pengangkatan sejumlah Menteri baru serta pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Presiden.       Jumlah anggota kabinet Merah-Putih makin banyak, yakni menjadi 49 Menteri, 57 Wakil Menteri, 10 Penasihat Khusus Presiden, 7 Utusan Khusus Presiden, 11 Pejabat setingkat Menteri dan 26 orang Wantimpres yang nemiliki hak dan fasilitas negara setingkat Menteri. Total jenderal 160 orang Pejabat Negara setingkat Menteri.       Menariknya, jumlah Pejabat tinggi di lembaga Eksekutif kabinet Prabowo, terbanyak sepanjang sejarah Indonesia. Jumlah tersebut belum...

MERAIH HUBUNGAN INDUSTRIAL YANG HARMONIS Oleh: Dr. Yosminaldi, SH.MM (Pemerhati Politik, Hukum & Ketenagakerjaan)

 "Mereka yang tidak bisa mengubah pikiran mereka tidak bisa mengubah apa pun. ” — George Bernard Shaw      Bisakah dua kepentingan yang bertolak belakang dalam mekanisme hubungan industrial di perusahaan, bisa disinergikan? Apakah tujuan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan itu hanya konsep ideal dan utopis belaka? Kedua pertanyaan diatas, adalah poin penting yang selalu ditanyakan Para Praktisi HRD di hampir setiap kesempatan seminar maupun pelatihan MSDM.       Saya selalu menjawabnya dengan penuh optimis dan berusaha meyakinkan mereka. Jawaban saya: "Tak ada yang tak bisa dicarikan solusinya sesuai harapan dan keinginan, sepanjang kedua belah pihak (Pengusaha & Serikat Pekerja) memiliki niat, komitmen dan "positive thinking" dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam perselisihan hubungan industrial".       Masalah2 yang selalu dihadapi di lapangan adalah, masing2 pihak (Pengusaha dan SP) selalu ...

81 TAHUN NEGERI GEMAH RIPAH LOH JINAWI Oleh: Dr. Yosminaldi SH.MM (Nasionalis Sejati)

  "Patriot selalu berbicara tentang mati untuk negara mereka, tetapi tidak pernah berbicara tentang membunuh untuk negara mereka." - Bertrand Russell      Tepat hari Senin - 17 Agustus 2026, kita kembali merayakan hari ulang tahun kemerdekaan RI sebagaimana biasanya. Negeri ini sudah menginjak usia 81 tahun. Sebuah usia yang jika dianalogikan dengan manusia, sudah memasuki usia sepuh, penuh dengan pengalaman hidup, bijak dan matang.       Namun, untuk sebuah negara - bangsa, usia 81 jika diperhatikan kemajuan dan kesejahteraan negara2 lain, terlihat wujud kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya yang mapan dan makmur. Pertanyaan kita, bagaimana dengan Indonesia? Apakah di usia 81 sudah benar2 merdeka, sejahtera, maju dan makmur bagi segenap anak bangsa? Sudahkah cita2 proklamasi dan keinginan para "Founding Fathers" kita terwujud? KAYA TAPI MISKIN      Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Negeri ini memiliki jumlah pendu...

PARADOKS PARKIR AREA PUBLIK Oleh Dr. Yosminaldi, SH.MM (Pemerhati Masalah2 Sosial. Politik & Hukum)

  "Ujian sebuah peradaban adalah bagaimana ia merawat warganya yang tak berdaya." - Pearl S. Buck      Jika anda punya kendaraan jenis apapun, apakah mobil, motor bahkan sepeda sekalipun, sudah pasti punya banyak pengalaman dan suka duka dalam memarkirkan kendaraan milik anda tersebut di area publik. Apakah parkir di mall, perkantoran, pasar, supermarket, masjid, rest area jalan tol atau tempat2 ibadah bahkan dipinggir jalan sekalipun.       Ada parkir berbayar secara resmi dengan menggunakan sistem canggih digital (e-money), karcis parkir ataupun tak resmi (secara lisan). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), parkir memiliki arti: memarkir atau menghentikan dan menaruh kendaraan untuk beberapa saat ditempat yang sudah disediakan.       Jika anda punya keperluan dengan menggunakan kendaraan untuk urusan berbelanja, administrasi umum di kantor2 pemerintah (administrasi publik), perijinan, dll, sudah pasti akan mencari ar...

MENJADI PRAKTISI HRD YANG DIBANGGAKAN Oleh: Dr. Yosminaldi, SH.MM (Mantan Praktisi Senior HRD, Master Trainer & Dosen Pascasarjana Univ Pertiwi Bekasi

  "Pekerjaanmu akan mengisi sebagian besar hidupmu, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah melakukan apa yang kamu yakini sebagai pekerjaan hebat. Dan satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan hebat adalah dengan mencintai apa yang kamu lakukan." - Steve Jobs      Bagian HRD di Perusahaan, sering dianggap sebagai bagian "kurang penting" dalam perusahaan. Bahkan banyak perusahaan menganggap departemen HRD & GA sebagai tempat "pembuangan" karyawan yang kurang berkinerja dan bermasalah, serta "cost centre".       Anggapan ini sungguh sangat salah dan berbahaya bagi keberlangsungan perusahaan dimasa depan! Umumnya, "Top Management" selalu melihat dan memandang departemen atau karyawan lain memberikan "nilai tambah" secara rill sebagai aset penting perusahaan, seperti bagian marketing atau sales dan operation/production yang menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan "revenue" perusahaan.       Paradig...

MEMAKNAI KEMERDEKAAN RI 17 AGUSTUS 1945 Oleh: Dr. Yosminaldi, SH.MM (Nasionalis Sejati)

 "Kemerdekaan nasional adalah bukan pencapaian akhir, tapi rakyat bebas berkarya adalah pencapaian puncaknya" - Sutan Syahrir (1909 - 1966)      Tepat 17 Agustus 2026, negeri ini kembali merayakan HUT kemerdekaan ke 81. Seperti tahun2 sebelumnya, tak banyak upacara dan acara2 perayaan HUT RI tersebut berubah. Hampir selalu sama. Mulai dari Istana di Jakarta, sampai di seluruh pelosok tanah air, upacara mengenang dan mengingat proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta itu nyaris formal dan seremonial.       Petugas upacara melakukan latihan secara disiplin, teratur dan tertib, plus dengan segala atribut dan uniform resmi. Disaat upacara, mereka menaikkan dan menurunkan bendera merah-putih di waktu yang terjadwal pasti. Menaikkan sang merah putih, menjadi simbol negeri ini tak lagi dijajah dan terjajah oleh kolonial asing.       Puncak upacara sudah pasti pembacaan naskah Proklamasi kemerdekaan sebagai wujud tega...

KEKUASAAN, KORUPSI & KETELADANAN Oleh; Dr. Yosminaldi, SH.MM (Pemerhati Kebangsaan, Demokrasi & Hukum)

 "Jika kejahatan dan korupsi merajalela, kebebasan tidak bisa bertahan; tetapi, jika kebajikan memiliki keuntungan, kekuasaan sewenang-wenang tidak dapat dibangun." - Algernon Sidney      Negeri ini tak henti-hentinya selesai dengan urusan korupsi. Hampir setiap hari kita disuguhi berita2 pengungkapan dan penangkapan pelaku korupsi oleh KPK, Kejaksaan bahkan Kepolisian. Berita kasus2 korupsi sudah menyamai informasi kasus2 kriminalitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Korupsi sudah menjadi bagian dalam dinamika kehidupan masyarakat. Korupsi bahkan sudah menjadi "budaya" dalam kehidupan di segala lapisan masyarakat.       Tak hanya kasus korupsi terjadi di lingkungan birokrasi pemerintahan, tapi juga di kalangan dunia  usaha dan dunia industri. Benar kata pepatah klasik, bahwa Prostitusi, Korupsi dan Kriminalitas (PKK) tak akan bisa dihapus dari muka bumi, sepanjang masih ada kehidupan sosial. PKK tersebut hanya akan b...