81 TAHUN NEGERI GEMAH RIPAH LOH JINAWI Oleh: Dr. Yosminaldi SH.MM (Nasionalis Sejati)
"Patriot selalu berbicara tentang mati untuk negara mereka, tetapi tidak pernah berbicara tentang membunuh untuk negara mereka." - Bertrand Russell
Tepat hari Senin - 17 Agustus 2026, kita kembali merayakan hari ulang tahun kemerdekaan RI sebagaimana biasanya. Negeri ini sudah menginjak usia 81 tahun. Sebuah usia yang jika dianalogikan dengan manusia, sudah memasuki usia sepuh, penuh dengan pengalaman hidup, bijak dan matang.
Namun, untuk sebuah negara - bangsa, usia 81 jika diperhatikan kemajuan dan kesejahteraan negara2 lain, terlihat wujud kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya yang mapan dan makmur. Pertanyaan kita, bagaimana dengan Indonesia? Apakah di usia 81 sudah benar2 merdeka, sejahtera, maju dan makmur bagi segenap anak bangsa? Sudahkah cita2 proklamasi dan keinginan para "Founding Fathers" kita terwujud?
KAYA TAPI MISKIN
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Negeri ini memiliki jumlah penduduk no 4 (empat) terbesar di dunia. Bangsa ini kaya sumber daya alam (SDA), seperti emas, minyak, gas bumi, nikel, dan seterusnya. Makanya, Indonesia di abad 13 sampai 19 didatangi banyak bangsa asing untuk tujuan menguasai dan mengeruk SDA untuk kepentingan mereka. Apalagi di zaman tersebut, rata2 tingkat pendidikan dan perekonomian rakyat kita masih sangat rendah bahkan bisa dikatakan tak memiliki pendidikan apapun. Sudah pasti kelemahan dan kekurangan ini menjadi faktor utama yang dimanfaatkan kaum penjajah untuk mengeksploitasi SDA negeri ini sebanyak-banyaknya Artinya, bangsa kita masih "unggul" dari bangsa2 lain secara kuantitas, namun kalah secara kualitas.
Kita punya jumlah penduduk yang banyak, namun memiliki tingkat pendidikan relatif rendah. Kita punya banyak sumber daya alam (SDA) dibanding negara2 lain, namun minim dalam penguasaan teknologi eksplorasinya. Kita memiliki beragam budaya, tradisi dan adat istiadat, namun kurang mampu memberikan nilai tambah secara ekonomis. Kita punya banyak agama yang diakui keberadaaannya oleh negara, namun kejahatan dan korupsi masih merajalela. Inilah ironisme dan paradoksal kita sebagai sebuah bangsa dan negara yang besar.
Tak ada cara lain dalam memajukan dan mensejahterakan rakyat negeri ini selain meningkatkan tingkat pendidikan dan perekonomian rakyat secara keseluruhan. Tak masanya lagi bagi para pemimpin kita untuk banyak berpidato basa-basi alias omon2. Saatnya untuk bersama-sama menyatukan niat dan tekad untuk menjadikan bangsa dan negara ini sebagai bangsa yang dihormati, dikagumi dan disegani di fora internasional.
Keteladanan para pemimpin, ketegasan dan keadilan dalam penegakkan hukum serta keberanian dalam pengambilan keputusan2 yang pro rakyat, adalah pilihan terbaik dalam meraih cita2 bangsa kedepan.
Dirgahayu RI ke 81! Majulah Negeriku, Jayalah Bangsaku, Sejahteralah Rakyatku!
Bekasi 15 Agustus 2026
Komentar
Posting Komentar